Web-GIS mapping for watershed and land cover area in Bengkulu

Main Article Content

Ernawati Ernawati Vatresia Arie Breygas Andara Rendra Regen

Abstract

Naturally, watershed has a function to accomodate and store water from rainfall to the lake or to the sea. It is affected by land activities and shaped as a boundary of topographic land and as a separator from the sea. Managing the area is one of essential steps for further environment assessement, i.e. decreasing water quality and vulnerability to landslides or floods. However, the ability of web-GIS technology to help the management of watershed area in Bengkulu is still unknown. Here, we showed how the process of Web GIS development for managing the watershade in Bengkulu could be achived. This study mapped the 2018 land cover area of Rindu Hati Sub-watershed by utilizing Landsat 8 satellite images using the Maximum Likelihood method. The land cover map was then processed and displayed using webGIS media. The results showed that the system accuracy for ground truth land use model result was 77.4% which could be accepted as a good result. Further assessment of pixel validation could be one of the future research. We anticipated that the results could be a starting point for more sophisticated area cover of Sumatra and Indonesia. Furthermore, this could be a major development on knowledge discovery in environment and ecology.

Article Details

Section
Articles

References

Ambarwati, W., & Johan, Y. (2016). Sejarah Dan Perkembangan Ilmu Pemetaan. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Andriansyah, O., & Mustikasari, R. (2011). Mustikasari Rita Gambaran Umum Permasalahan Pengelolaan Air Das Air Bengkulu. Telapak.

Arhatin, R. E. (2007). Pengkajian Algoritma Indeks Vegetasi Dan Metode Klasifikasi Mangrove Dari Data Satelit Landsat-5 Tm Dan Landsat-7 Etm+ (Studi Kasus Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur). Institut Pertanian Bogor.

Arrofiqoh, E. N. (2014). Pemantauan Kawasan Sabuk Hijau Waduk Wadaslintang Menggunakan Citra Satelit Landsat 8. Universitas Gadjah Mada.

BPDAS Ketahun. (2006). Profil Kondisi Daerah Aliran Sungai Air Bengkulu. Bengkulu.

BPS. (2017). Laporan Data Statistik. Jakarta.

Budiani, N. (2010). Data Flow Diagram: Sebagai Alat Bantu Desain Sistem. Jakarta: Departemen Keuangan.

Departemen Kehutanan Republik Indonesia. (2009). Kerangka kerja pengelolaan daerah aliran sungai di Indonesia. Amanah instruksi Presiden No. 5 Tahun 2008 tentang fokus Program Ekonomi Tahun 2008-2009.

Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air. (2008). Kajian Model Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu. Jakarta: BAPPENAS.

Febrianti, N., & Sofan, P. (2014). Ruang Terbuka Hijau Di Dki Jakarta Berdasarkan Analisis Spasial Dan Spektral Data Landsat 8. In Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014. Bogor: LAPAN.

Gunawan, G. (2014). Model Optimasi Alokasi Lahan DAS dengaan Integrasi Antara GP dengan GIS. Universitas Indonesia.

Guritno, S., & Rahardja, U. (2011). Theory and Application of IT Research Metodologi Penelitian Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.

Irwansyah, E. (2013). Sistem Informasi Geografis: Prinsip Dasar dan Pengembangan Aplikasi. Yogyakarta: Digibooks.

Kodontie, J. R., & Syarif, R. (2010). Tata Ruang Air. Yogyakarta: Andi Offset.

Muhsoni, F. F. (2009). Pemetaan Kerapatan Mangrove di Kepulauan Kangean Menggunakan Algoritma NDVI. Jurnal Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo, 10, 23–31.

Mulyanto, A. . (2008). Rekayasa Perangkat Lunak Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
National Science Foundation. (2016). Science and Engineering Indicators 2016. Retrieved November 17, 2019, from https://www.nsf.gov/statistics/2016/nsb20161/#/

Prabhakara, K., Hively, W. D., & McCarty, G. W. (2015). Evaluating the relationship between biomass, percent groundcover and remote sensing indices across six winter cover crop fields in Maryland, United States. International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 39, 88–102.

Pratama, A. (2015). PHP Uncover - Panduan Belajar PHP untuk Pemula. Bandung: Penerbit Duniailkom.

Pratama, A. (2017). JavaScript Uncover – Panduan Belajar JavaScript untuk Pemula. Dunia Ilkom.

Presiden Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa (2012). Indonesia.

Purwanto, D. (2014). Aplikasi Sistem Informasi Geografis Berbasis Webgis Pemetaan Sanggar Seni Di Kota Pangkalpinang. Sekolah Tinggi Manajemen Informatik dan Komputer Atma Luhur.

Somantri, Y. G. (2014). Analisis Kapasitas Sungai Dalam Mengendalikan Banjir Dengan Integrasi Antara Metode Rasional Dengan Program Win-Tr. Universitas Bengkulu.

Sommerville, I. (2010). Software Engineering. London: Wiesley Pub.

Susilo, B. (2011). Pemodelan Spasial Probabilistik Integrasi Markov Chain Dan Cellular Automata Untuk Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Skala Regional Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Geografi Gea, 11(2), 163–178.

Syihab, U. (2008). Mencerdasi Bencana. Jakarta: Grasindo.

Utama, F. P., Vatresia, A., & Wijanarko, A. (2018). ValidasiMatrix completion pada Deteksi Hasil Klasifikasi Alih Fungsi Lahan sebagai Inisiasi Penanggulangan BencanaKota Bengkulu. Bengkulu.

Vatresia, A., Sadler, J. P., & Rais, R. R. (2017). Resort Based Management Web-GIS: Towards Cyber Conservation in Indonesia. Sustinere: Journal of Environment and Sustainability, 1(1), 10–22.

Vatresia, A., Sadler, J. P., & Rais, R. R. (2017). The development of mobile application for conservation activity and wildlife in Indonesia. In 2016 ICINA (pp. 203–208). Jakarta.

Wahyuni, S. (2015). Identifikasi Karakteristik Dan Pemetaan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 (Oli) Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Institut Pertanian Bogor.

Waluyaningsih, S. R. (2008). Studi Analisis Kualitas Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Dan Hubungannya Dengan Tingkat Erosidi Sub Das Keduang Kecamatan Jatisrono Wonogiri. Universitas Sebelas Maret.