Economic value of Bandung Orchid Forest, West Java

Main Article Content

Fikri Nugroho Utomo Dika Supyandi Nur Syamsiyah Ernah Ernah

Abstract

Indonesia has various tourist attractions. Agro-tourism is one of the potential tourism. Orchid Forest is an agro-tourism object that combines pine forest areas with orchid cultivation. Tourist attractions that utilize the potential of natural resources have an unknown economic value. This research aims to know the economic value of Orchid Forest and what factors influence the frequency of visits. This research used an individual travel cost method (ITCM) to estimate the economic value of Orchid Forest. The results indicate factors that significantly influence the frequency of visits are respondents' age and residence distance. The value of consumer surplus is Rp 102,000 and the economic value of Orchid Forest in 2019 was Rp 70,365,618,000. This value will give a new perspective for public authorities for the protection and further development of tourist attractions in the future.

Article Details

Section
Articles

References

Anggraini, D., & Riyanto, R. (2017). Analisis Hubungan Komplementer Dan Kompetisi Antar Destinasi Pariwisata (Studi Kasus: 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Di Indonesia). Jurnal Kebijakan Ekonomi, 12(2), 224–252. http://doi.org/10.21002/jke.v12i2.212

Azmi, M. I. M. (2014). Valuing the potential economic value of mangrove resources in Setiu Wetlands, Terengganu, Malaysia: A preliminary findings. International Journal of Education and Research, 12(4), 487–504.
BAPPEDA Bandung Barat. (2015). Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Bandung Barat 2015-2019.

BPS. (2018a). Jumlah Devisa Sektor Pariwisata, 2015-2018.

BPS. (2018b). Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara, 2015-2018.

BPS Provinsi Jawa Barat. (2018). Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Provinsi Jawa Barat, 2012-2016. Retrieved from https://jabar.bps.go.id/statictable/2018/03/23/473/jumlahwisatawan-mancanegara-dandomestik-di-provinsi-jawa-barat.html

Fauzi, A. (2004). Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan: Teori dan aplikasi. Gramedia Pustaka Utama: Gramedia Pustaka Utama.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: BP. Universitas Diponegoro.

Grunewald, K., & Bastian, O. (2015). Ecosystem services–concept, methods and case studies. (K. Grunewald & O. Bastian, Eds.). Springer Berlin Heidelberg.

Hidayat, M. (2011). Strategi Perencanaan dan Pengembangan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat). Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal, I(1), 33–44. http://doi.org/10.17509/thej.v1i1.1879

Isnan, W. (2015). Teknik Perhitungan Tarif Masuk Kawasan Wisata Alam. Buletin EBONI, 12(1), 65–74. http://doi.org/10.20886/buleboni.5055

Khoirudina, R., & Khasanah, U. (2018). Valuasi Ekonomi Objek Wisata Pantai Parangtritis, Bantul Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 18(2), 152–166. http://doi.org/10.21002/jepi.v18i2.785

Leh, F. C., Mokhtar, F. Z., Rameli, N., & Ismail, K. (2018). Measuring Recreational Value Using Travel Cost Method (TCM): A Number of Issues and Limitations. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 8(10), 1381–1396. http://doi.org/10.6007/IJARBSS/v8-i10/5306

Maria, Y., Hardiansyah, G., & Natalina, U. (2013). Nilai Ekonomi Ekowisata Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat (Studi Kasus di SPTN II Semitau, Stasiun Riset Bukit Tekenang). Jurnal Hutan Lestari, 1(2), 216–224.

Natio, L. V. (2018). Analisis Nilai Ekonomi Obyek Wisata Alam di Pemandian Armaya, Sungai Belawan, Kecamatan Kutalimbaru. Universitas Sumatera Utara.

Pancawati, J., Saifullah, & Indaryanto, F. R. (2016). Valuasi nilai wisata memancing di perairan Situ Cipondoh menggunakan pendekatan travel cost. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 6(1), 51–60.

Pendit, N. S. (2003). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.
Presiden Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan (2007). Indonesia.

Priambodo, O., & Suhartini, S. (2016). Valuasi Ekonomi Kusuma Agrowisata Kota Batu, Jawa Timur. HABITAT, 27(3), 122–132. http://doi.org/10.21776/ub.habitat.2016.027.3.14

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2009). Economics 19th Edition. McGraw-Hill Irwin.

Saptutyningsih, E., & Ningrum, C. M. (2017). Estimasi Nilai Ekonomi Objek Wisata Pantai Goa Cemara Kabupaten Bantul: Pendekatan Travel Cost Method. Jurnal Balance, 14(2), 56–70. http://doi.org/10.30651/blc.v14i02.1278

Saragih, I. G., Mahenda, M. S., & Sudarma, I. M. (2019). Valuasi ekonomi jasa lingkungan ekosistem hutan taman eden 100, Desa Lumban Julu, Parapat, Sumatera Utara. Ecotrophic: Jurnal Ilmu Lingkungan, 13(2), 170–179. http://doi.org/10.24843/EJES.2019.v13.i02.p05

Sastrayuda, G. (2010). Konsep Pengembangan Kawasan Ekowisata. Yogyakarta.

Sinaga, M. E. A., & Istiqomah, A. (2018). Penilaian Ekonomi Wisata dan Strategi Pengelolaan Wana Wisata Kawah Putih di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Institut Pertanian Bogor.

Spillane, J. J. (1991). Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prosepeknya. Bandung: Kanisius.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualiatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukirno, S. (2016). Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sunarti, Umar, S., & Alam, A. S. (2018). Nilai ekonomi dan kunjungan objek wisata alam air terjun Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Jurnal Warta Rimba, 6(4), 18–29.

Utama, I. G. B. R., & Junaedi, I. W. R. (2015). Agrowisata Sebagai Pariwisata Alternatif Indonesia, Solusi Masif Pengentasan Kemiskinan. Sleman: Penerbit Deepublish.

Wanti, L. W., Syaukat, Y., & Juanda, B. (2014). Analisis Nilai Ekonomi Wisata Kebun Kina Bukit Unggul Kabupaten Bandung. Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics, 1(2), 44–55. http://doi.org/10.29244/jaree.v1i2.11801

Zulpikar, F., Prasetiyo, D. E., Shelvatis, T. V., Komara, K. K., & Pramudawardhani, M. (2017). Valuasi Ekonomi Objek Wisata Berbasis Jasa Lingkungan Menggunakan Metode Biaya Perjalanan di Pantai Batu Karas Kabupaten Pangandaran. Journal of Regional and Rural Development Planning, 1(1), 53–63. http://doi.org/10.29244/jp2wd.2017.1.1.53-63